Rapat Guru SMP Negeri 6 Kota Bima Bahas Persiapan Ramadhan dan Peningkatan Mutu Sekolah
SMP Negeri 6 Kota Bima, 14 Februari 2026 - Guru-guru SMP Negeri 6 kota Bima mengadakan rapat di aula sekolah hari ini. Rapat membahas persiapan menghadapi bulan suci Ramadhan, penerimaan siswa baru, dan peningkatan mutu sekolah.
Kepala Sekolah, Bapak Ridwan, S.Ag, menekankan bahwa raport mutu sekolah tahun 2025 masih kurang khususnya dalam bidang literasi dan numerasi. "Target kita adalah memperbaiki raport mutu dengan asesmen siswa dan survei lingkungan belajar pada guru," katanya. "Raport mutu adalah jati diri sekolah," tambah Bapak Ridwan.
Rapor Mutu dan Rapor Pendidikan seringkali dianggap sama bagi sebagian pengguna. Namun, pada konteksnya Rapor Mutu dan Rapor Pendidikan merupakan dua hal yang berbeda.
Berikut adalah perbedaan antara Rapor Mutu dan Rapor Pendidikan:
Rapor Mutu adalah instrumen penjaminan mutu internal berupa evaluasi diri satuan pendidikan, di mana indikatornya mengukur delapan capaian standar nasional. Data yang ada pada Rapor Mutu bersumber dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan juga hasil pengisian (input) langsung oleh satuan pendidikan melalui aplikasi Rapor Mutu.
Sedangkan Rapor Pendidikan adalah pengganti atau penyempurnaan dari Rapor Mutu, di mana indikatornya disusun berdasarkan input, proses, dan output pendidikan. Dalam Rapor Pendidikan satuan pendidikan tidak melakukan pengisian data langsung ke dalam instrumen, melainkan data diambil dari sistem yang sudah ada, termasuk dari Asesmen Nasional, Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB), Badan Pusat Statistik (BPS), dan sumber lain yang relevan. Satuan pendidikan hanya dipersyaratkan memasukkan data di Dapodik dan kemudian mengikuti Asesmen Nasional.
Harapan utama kepala sekolah terhadap raport mutu (Rapor Pendidikan) adalah sebagai alat evaluasi diri yang objektif untuk mengidentifikasi kelemahan, melakukan perencanaan berbasis data, dan memacu peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Rapor ini diharapkan menjadi dasar perbaikan sarana, peningkatan kompetensi guru, serta peningkatan literasi-numerasi siswa.
Secara keseluruhan, kepala sekolah berharap rapor mutu sekolah bertransformasi menjadi dokumen perbaikan yang konkret untuk mencapai standar pendidikan yang lebih baik, bukan sekadar pemenuhan administrasi.