Siswa SMPN 6 Kota Bima Laksanakan Shalat Dhuha, Tadarus, dan Tausiah Ramadhan
SMPN 6 Kota Bima, 24 Februari 2026 - Siswa kelas VII dan VIII SMPN 6 kota Bima melaksanakan shalat dhuha bersama, tadarus Alquran, dan tausiah Ramadhan hari ini di Mushala sekolah.
Manfaat dari kegiatan tadarus ini sangat banyak, di antaranya adalah meningkatkan kecintaan dan penghormatan kepada Al-Quran, meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Quran, serta meningkatkan kesadaran dan keinginan untuk memahami dan mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan tadarus juga dapat membantu para murid untuk menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan antar sesama murid dan guru.
Tausiah Ramadhan dibawakan oleh Bapak Abdullah, S.Pdi, mengingatkan siswa akan makna puasa dan kebaikan di bulan Ramadhan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat spiritualitas siswa.
Kita semua mengetahui bahwa puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan utama puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan untuk mencapai derajat takwa. Lalu, apa sebenarnya makna takwa, dan bagaimana puasa dapat mengantarkan kita kepada ketakwaan?
Takwa berarti kesadaran yang mendalam bahwa Allah selalu mengawasi kita dalam setiap keadaan. Orang yang bertakwa akan selalu menjaga dirinya dari perbuatan dosa, baik dalam kondisi terang-terangan maupun tersembunyi.
Puasa mengajarkan kita untuk senantiasa merasa diawasi oleh Allah, karena meskipun tidak ada yang melihat, kita tetap menahan diri dari makan dan minum demi menjalankan perintah-Nya.
Takwa juga berarti mampu mengendalikan diri dari segala hal yang dilarang oleh Allah. Dengan berpuasa, kita dilatih untuk menahan hawa nafsu, baik dalam bentuk makanan, minuman, maupun emosi yang berlebihan seperti marah dan amarah.
Orang yang bertakwa adalah mereka yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Puasa mengajarkan kita bagaimana rasanya menahan lapar dan dahaga sehingga menumbuhkan empati terhadap mereka yang kurang beruntung.
Dari sini, puasa mendorong kita untuk lebih banyak bersedekah dan membantu sesama. Orang yang bertakwa sudah pasti memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap sesama, dan itu adalah bentuk kepatuhan dirinya terhadap Sang Pencipta.
Jelas sudah bahwa puasa memiliki makna yang sangat mendalam dalam membentuk ketakwaan. Dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, kita belajar untuk mengontrol diri dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan merasakan lapar dan haus, kita menjadi lebih peduli terhadap orang lain yang kondisinya tidak seberuntung kita. Dan dengan menjaga ibadah selama Ramadhan, kita semakin dekat dengan Allah SWT.
Semoga kita semua dapat menjalankan puasa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan sehingga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa.
Kegiatan tadarus di SMPN 6 kota Bima merupakan salah satu bentuk upaya sekolah dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa yang berakhlakul karimah dan memiliki kecintaan yang mendalam kepada Al-Quran. Semoga kegiatan tadarus ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang besar bagi para murid dan sekolah.