NTB Peringkat 9 Fatherless, BKKBN Sosialisasikan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) Usai Upacara
KOTA BIMA — Suasana setelah upacara bendera di SMPN 6 Kota Bima pada Senin (13/07/2026) terasa berbeda dan penuh makna. Ratusan siswa, guru, serta perwakilan orang tua berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti sosialisasi krusial dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terkait Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS).
Kegiatan ini sengaja digelar sebagai langkah nyata dan respons cepat dalam menyikapi data memprihatinkan yang menempatkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di peringkat ke-9 nasional dalam kasus fatherless—suatu fenomena di mana anak kehilangan figur atau peran aktif seorang ayah dalam proses pengasuhan dan tumbuh kembangnya.
Dalam pemaparannya, tim sosialisasi BKKBN menekankan bahwa GAMAS bukan sekadar urusan transportasi atau mengantar anak sampai ke gerbang sekolah. Lebih dari itu, gerakan ini merupakan momentum emas untuk membangun kedekatan emosional, komunikasi yang berkualitas, serta memberikan rasa aman bagi anak sebelum mereka mulai menuntut ilmu.
"Kehadiran fisik dan dukungan moral seorang ayah di pagi hari memiliki dampak psikologis yang luar biasa besar. Hal ini mampu meningkatkan rasa percaya diri anak, memicu motivasi belajar, dan membentengi mereka dari perilaku negatif di luar rumah," ujar perwakilan BKKBN dalam sosialisasinya.
Pihak manajemen sekolah dan komite SMPN 6 Kota Bima menyambut hangat inisiatif ini. Melalui gerakan GAMAS, diharapkan para ayah di Kota Bima, khususnya di lingkungan sekolah, dapat lebih sadar dan mengambil peran aktif dalam pengasuhan sehari-hari.
Sinergi yang kuat antara ayah, ibu, dan sekolah menjadi kunci utama untuk menekan angka fatherless di NTB, sekaligus demi melahirkan generasi emas yang tangguh, berkarakter, dan matang secara emosional.